Slider

Recent Tube

Profil Madrasah

AL ITTIHAD

ARTIKEL

SERBA SERBI

SISWA

Gallery

Kalam Fadhi Bass

The number of incoming tourists from European countries and the US was showing a significant increase as the effect of the global financial crisis seemed to be over, observers said.

Foreign tourists from these countries are considered “quality tourists” for commonly staying longer and spending more than other visitors.

Head of the Bali office of the Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (ASITA), Ketut Ardana, said that overall development of the island’s tourism in 2013 was showing a positive trend and an increasing total number of tourists.

Ardana said that besides staying longer and spending more, European and US tourists had strong interest in the island’s beautiful nature and culture.

“They like visiting museums, palaces, temples and even villages all over Bali,” he said. “The number of incoming tourists kept increasing until last year when it dropped. Now it’s strengthening.”

Bali Tourism Agency’s data revealed that the number of people visiting from the top 20 countries of the island’s main tourism market was increasing.

From January to September, foreign tourists coming to Bali reached more than 2.4 million people, up 13.31 percent from the same period last year.

France, which is in sixth position, saw 97,399 of its people come to the paradise island, a 17.31 percent increase from last year. In ninth place, the UK contributed with 88,892 people (0.9 percent increase).

German tourists — at number 11 — reached 74,122 people (up 14.53 percent), Russia had 62,172 tourists (up by 18.19 percent) and the Netherlands had 51,148 tourists (increasing 9.36 percent).

Increases were also seen in tourists from Canada (8.35 percent) at 23,988, and Italy (32.93 percent) to 22,734.

Tourists from the US — a country still suffering an economic slowdown — also rose. By September, 75,944 Americans had visited the island, an increase of 12.24 percent.

“The increases from Europe and the US are satisfying. The impact of the global economic crisis is over,” Ardana said.

Ardana went on to say that the developing infrastructure, especially the airport and main roads, was a tool to entice tourists. The services and products offered by travel agents were also now more diversified, he added.

“Our members now offer various new tour packages, not only relying on southern Bali,” he said.

Putu Winastra, an ASITA Bali official who usually handles European tourists, said that his guests were tending now to visit areas outside southern Bali.

“They like visiting and staying in quiet places like Ubud, Munduk, Pemuteran, Cansidasa and others,” Putu said.

“Even if they stay in southern Bali, it’s because their flight is scheduled very early or late,” Putu added.

Meanwhile, Bali Tourism Village Communications Forum coordinator Ketut Punia said visits to villages all over the island were increasing. Tourists were starting to stay over when previously they would only stop by for lunch.

“Including in Batubulan, my home village. Many tourists live in, learn dancing, play the drums, etc. Guest houses and villas keep getting customers,” Punia said.

INTERMEZZO



INTERMEZZO
intermezzo
Indonesia termasuk salah satu negara yang menggunakan sistem non militer (rakyat tidak boleh menggunakan senjata). Di indonesia sendiri senjata di gunakan untuk lembaga permasyarakatan seperti polisi, tentara dll. Memang dalam UUD 1945 tidak menerapkan warga negara indonesia wajib ikut militer, coro kasarane pihak berwajib iku wes “kemlinti”. Beda dengan negara – negara lain yang menggunakan sistem militer, rakyat di wajibkan ikut militer (wamil). 

Coba seandainya kita bayangkan seandainya di negara yang menggunakan sisrem militer tiba – tiba terjadi jajahan atau peperangan semua yang ada di dalam negara tersebut secara tidak langsung sudah memiliki persiapan yang cukup matang, karena antara rakyat dengan kekuatan militer bisa saling menguatkan dan rakyat sudah faham strategi militer.
Dan sekarang kita lihat di indonesia maaf bukan maksud untuk merendahkan indonesia, tapi saya menulis artikel ini bertujuan untuk membangun atau menumbuhkan supaya indonesia menjadi negara yang lebih berkembang atu bahkan maju. Jika seandainya di indonesia terjadi peperangan seperti di era 30-an apa yang di lakukan rakyat kalau tidak hanya menyerang dengan alat di sekelilingnya tanpa menggunakan teori perang. Yang jadi pertanyaan apakah kekuatan militer bisa mengatasi itu semua dan bisa melindungi beratus – ratus juta jiwa...???
Nah dari situlah kita berfikir namun seandainya di indonesia sendiri dilakukan sistem militer sebagian besar dari rakyat mungkin malah salah di gunakan, pemerintah teros kudu kon piye..?? ngene salah,, ngono salah..!! itulah susahnya jadi pemerintah.
Seandainya kita amati di indonesia sudah banyak game – game yang hampir sebagian nyata seperti contoh : balap motor yang di kemudikan sendiri di depan layar kaca. Jika game semacam itu bisa di buat kenapa kok belum ada game peperangan atau petarungan yang menggunakan senjata seperti sengguhan, tetapi di mainkan dalam game itukan secara tidak langsung juga sedikit melatih kita untuk berlatih menggunakan senjata yang benar.
Maka dari itu cobalah pemerintah memperhatikan sistem pertahanan di negara kita dan cobalah rakyat juga harus bisa mengerti apa yang telah menjadi kebijakan pemerintah. Pasti pemerintah tujuan utamanya untuk mensejahterakan rakyatnya. Ojo muk iso protes, dema demo thok. Dengan demikian kita sudah bisa meliahat keuntungan dari negara yang menggunakan sistem wajib militer (wamil) bahwa negara tersebut merasa aman dan untuk mengantisipasi ancaman dari militer maupun sipil. (Acmad ma’ruf)

TAK SENGAJA



Tak Sengaja
Hasil gambar untuk renungan
puisi tak sengaja
Di kelilingi tumpukan _ tumpukan batu bata
Jari jemari mulai bergetar
Karena perut tak merasakan adanya isi
Otak mulai berputar

          berisik, canda tawa menghiasi dinding
          asahan kayu yang begitu terdengar
          membuat kening terasa panas
          berfikir kesana kemari


Putaran kipas – kipas menyelimuti tubuhku
Yang dari tadi mengeluarkan jojoran keringat
Kini tak ada sebutir keringatpun keluar
Terasa seperti selendang bidadari menyelimiutiku

          terdengar suara pintu membuka
          terdengar suara kaki
          menginjak – injak kesucian lantai putih
          suaranya memanggil namaku

Namun aku tak tahu
Apa maksudnya memanggil namaku
Tak ku sangka dan tak ku duga
Arah utara yang kutuju kantor..!!!